Senin, 11 Agustus 2014

Kembali ke Masa Lalu


Sekolah ini : Tempat dimana semua dimulai, persahabatan, masalah dan cinta.
Pagi hari itu cuaca begitu cerah, sekitar pukul 06.00, Gue sudah rapi dengan seragam SMP. Bersiap berangkat untuk mengikuti ujian secara tertulis dan lisan untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya. Sekitar pukul 09.00, Gue sudah sampai di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, kenapa gue memilih SMK dibandingkan SMA? Karena SMK bisa!! Becanda, Gue milih mendaftar disini, karena ada jurusan yang cocok dengan bakat Gue.

Gue lumayan berbakat dalam soal menggambar, hampir semua orang yang melihat hasil karya Gue, mereka bilang Gue berbakat dalam bidang ini, jadi itu alasan utamanya. Jurusan yang Gue pilih di SMKN ini, jurusan Multimedia jurusan ini lebih menjurus ke software komputer di bandingkan hardware dan juga lebih mendalami pelajaran di dalam bidang animasi (Gambar bergerak) 2 Dimensi maupun 3 Dimensi.

Seperti biasanya di tempat yang masih asing bagi, Gue selalu saja gugup, sekolah ini juga cukup luas, wajah-wajah yang asing pun terlihat dimana-mana.
Cukup lama menunggu, giliran Gue untuk di uji secara lisan maupun tulisan akhirnya tiba.
Gue mulai mengerjakan soal satu demi satu, sett sett, Gue arahkan pulpen dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah, dari bawah.. Ehh, pulpen Gue mana?
Sekitar 30 menit mengerjakan, semua soal pun terjawab.



Entah hasil jawaban Gue bagaimana nantinya.
Harapan Gue nggak muluk-muluk, asal Gue bisa bersekolah disini dan semua nilai rata-rata 9.00, itu saja lebih dari cukup.

...Dan Taraaa ♫ Gue diterima, selamat tinggal masa-masa putih biru.
Selamat datang di dunia putih abu-abu.
Dunia yang penuh dengan Cinta serta penuh dengan monyet-monyet.

 
Dan pasti sangat banyak monyet.

Em Ooo Esss...
MOS, Masa Orientasi Siswa, cuma 3 kata untuk hal ini "Kenapa Harus Botak?"
Gue paling males banget kalo rambut di botakin. Mungkin rambut ini satunya-satunya yang menurut Gue keren, mungkin siswa lain juga ada yang sependapat, selain wajah Gue tentunya (Tolong banget jangan protes, tolong banget).
Makanan misterius lah, surat suka atau benci untuk kakak-kakak kelasnya lah, membawa benda-benda yang menurut Gue nggak ada gunanya lah, hal-hal ini cuman buang-buang waktu menurut pendapat pribadi Gue. Ujung-ujungnya buat apaa coba?
Tapi entah kenapa hal ini sudah menjadi kebiasaan di setiap sekolah setiap penerimaan murid baru.
Manusia itu ternyata rajin banget ya.

Tik tik tik (Suara jarum jam).
Sett!! Wussss!! Cetarrr!!
Tiba-tiba Gue berpindah waktu, ke waktu dimana memilih tempat duduk.
Saat paman penjaga sekolah sudah di depan pintu kelas dan mulai membuka gembok pintu, kami semua, tepatnya 34 orang sudah bersiap. Seakan-akan kami seperti akan menyerbu ke dalam sebuah benteng yang megah dan memperebutkan kedudukan yang paling tinggi, seperti yang Gue lihat, semua calon teman sekelas Gue sudah sangat siap. Ada yang memakai tameng besi, helm ksatria, baju jirah serta menaiki kuda, ada juga yang naik elang sambil membawa obor, tentu Gue juga sudah siap dengan jubah, topeng dan Gue segera mengeluarkan sesuatu dari sarungnya, benda yang sangat panjang dan besar tapi sangat tajam, nggak tumpul, ingat nggak "tumpul". Pedang, ini pedang, jadi nggak usah ngeres dan tunggangan gue nggak kalah keren, gue naik Naga.

Clek!! Suara gembok terbuka, kami langsung masuk dengan anarkisnya, druduk-druduk-druduk, suara kaki-kaki kami dan suara langkah kuda, ciatt ciaattt, suara paman sekolahnya yang keinjek.

Sambil mengayunkan pedang dan jubah Gue juga ikut berkibar dengan efek slow motionnya, ting-ting suara beradu pedang dimana-mana. Pertumpahan kecap pun membanjiri kelas ini.
Jleb!! Ukhh, sial Gue ketusuk tepat di dalam hati, sambil merangkak di lantai dengan kecap di dada yang terus menyembur keluar, greb! Gue ikat dengan kain, agar peredaran kecapnya terhenti.
Gue dengan segenap tenaga memegang kaki kursi yang sudah gue capai dengan susah payah, Gue mulai bangkit, berdiri di atas kursi kaki sebelah kanan Gue letakkan di atas meja sambil mengacungkan pedang ke arah atas dengan background Naga Gue yang melebarkan sayapnya.
Lalu Gue berteriak! This is SPARTAAA!!
Eh maksud Gue.. This is KURSI GUEEE!!
Tiba-tiba semua hening dan semua kembali normal memakai seragam putih abu-abunya masing-masing.

Hmmmmmmmmmmmppp...

Dan posisi kedudukan Gue di kelas ada diiii... Diiii... Diiiiiiiiiii...
Yaaa.. Tepat sekali!
Deretan ke-3 dari depan, "depan" loh.
Deretan, ingat.. Hanya deretan dan Gue duduk di "barisan" kursi paling belakang. Be-la-kang yang artinya Gue adalah calon siswa yang sangat jenius.
Posisi yang sangat strategis untuk tidur dan menggunakan gadget.

Teman? Kenalan? Gue jujur, dari pertama kali kesini buat daftar sampai di kelas dan duduk dengan elegannya Gue cuman ingat wajah mereka, entah namanya siapa. Padahal sudah saling kenal-kenalan dengan cara yang berbeda-beda, ada dengan cara keren : Eh lo siapa? Gue? Iya lo lah.. Gue Welson. Sambil dengan nada santai kayak di pantai.
Cara alay : LoOH C14pha Y4H? Gu3 WellsoONnn. K4L0 LOoch??
Cara lebay : *Pura-pura ketabrak lalu jatuh, eh makasih loh sudah mau repot-repot nolongin Aku, Aku Fika kamu siapa? *MODUSS!!
Cara terhormat : Kalau Saya boleh tau, nama Anda siapa? Oh iya, kita belum saling berkenalan, perkenalkan Saya Welson, Welson bukan William. Sambil memberikan kartu nama dari PT. Titttt*
Cara najis : Eh kita sekelas ya? Iya.. Nama ku *Disamarkan. Ohh iya boleh minta nomor Hp-nya sambil melirik-lirik najis. Najis? Ya! Soalnya yang ngomong sama Gue ini Cowok! Iiiyyuuuuhh, capcuss Cyinnn ♥

Bukk!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang malu-malu tapi tetep liat tulisan Gue