Sabtu, 22 Juni 2013

Simpan Rindu Hanya untuk Hati


  


Suara alarm dari handphone gue berbunyi keras menandakan pagi menjelang,
gue tersentak terbangun dengan mata yang masih berat untuk terbuka.
Terpikir sekilas, tentang waktu yang cepat berlalu, gak terasa gue sudah kelas sebelas disebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan kumis gue mulai tumbuh lebat.
Tanda-tanda masih mengantuk : pagi itu gue mengarahkan remote televisi ke AC dan gue heran kenapa ACnya gak mati-mati...

Gue memulai pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya, merapikan tempat tidur atau apapun yang berantakan, dan segera bersiap kesekolah.
Entah kenapa pagi itu gue ngerapiin isi lemari, dan sebuah kotak kardus jatuh tepat dikaki gue, untungnya kardus itu gak berat-berat amat, berbagai benda berhamburan dilantai, seperti foto, casing handphone, baju couple, tiket bioskop, karcis parkir, dll.
                                                                                       
 Penampakan benda-benda yang bikin gue nyesek.

Mata gue terfokus beberapa saat kebenda-benda itu.    
Dengan tatapan kosong tersirat diwajah gue antara senyuman bahagia, sedih, dan kecewa. Mengingatkan gue tentang kenangan dengan mantan gue beberapa bulan yang lalu...


Malam itu gue ingat lambaian tangannya dan senyumannya tertuju untuk gue. Cantik banget dia malam itu, sampai membuat gue tersipu malu. 
Semenjak dari sebatas lirik-lirikan disekolah sampai kami resmi jadian malam itu, yaitu pada tanggal 4 Desember. 
                                                                                                                      
Sekitar seminggu kemudian, gue ngajak dia nonton dan gue beliin dia baju couple warna hitam dengan tulisan love him berwarna ungu cerah, memang agak sedikit 4LaysS tapi tak apalah, yang penting romantis.

Hari itu dihiasi keributan kecil, entah kenapa waktu itu gue berubah jadi orang yang ngeselin.
Gue ingat saking keselnya dia ke gue, sampai-sampai handphonenya dihempaskan kelantai.
'Prakk!! Prokk!! Ctarr, membahana banjirbandang~gunungmeletus~tsunamiAceh.'
Sehingga casing penutup belakang handphonenya terlepas, saat dia mau mengambil kembali, gue malah ngelarang dia dengan nada membentak.
Dia hanya diam sambil menahan air matanya.
 

Pada esok harinya, dari yang kemarin marah-marahan, 
kamipun kembali sayang-sayangan♥.

***
                                                 
Saat itu, kebanyakan hari-hari gue diisi oleh kebahagiaan, 
tapi semuanya berubah saat negara api menyerang.
Pasti akan ada namanya sakit hati dalam sebuah hubungan, 
bahkan didalam hubungan yang sehat sekalipun.
Sudah beberapa minggu komunikasi diantara kami terputus.

Dalam situasi ini gue hanya bisa nunggu kabar darinya lewat sms, karena beberapa hari ini dia gak masuk kesekolah, gue juga udah nyoba kerumahnya tapi rumahnya selalu gak ada orang, beberapa temannya bilang dia sudah pindah.
                                                                                               
Tapi mau gimana lagi kadang dunia itu gak adil, kabar-kabar yang mengatakan dia udah nikah itu benar adanya dan dia sudah dinyatakan D O atau drop out dari sekolah.  
Beberapa kali gue memang pernah mendapat sms dari dia yang bilang kalo dia dipaksa dijodohkan agar masalah keluarganya dengan orang itu dapat selesai, tapi gue bingung harus berbuat apa. 
Dan sekarang yang tertinggal hanya rasa rindu...


Gue tiba-tiba tersentak, saat bahu gue disentuh dari belakang oleh Nyokap. 
‘Ayo cepat mandi, nanti telat kesekolahnya.
Biar Mama yang ngerapiin,’ kata nyokap dengan nada sewot. 
‘Iya Ma,’ jawab gue.

Sambil menghentikan lamunan, gue beranjak mengambil handuk.
Gue baru nyadar,
ingatan ini gak akan pernah berlalu, jika gue masih menyimpan benda-benda ini, benda yang akan menghantui perasaan gue. 
Gue seharusnya menyimpan rindu ini hanya untuk hati,
bukannya disimpan rapi disebuah kotak kardus.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang malu-malu tapi tetep liat tulisan Gue